Berikut ini biodata Agam Rinjani mulai dari agama, orang tua, istri atau pacar, rumah, keluarga dan ayah. Siapa Agam Rinjani? Agam Rinjani adalah pemandu gunung atau porter gunung rinjani yang viral setelah nekat turun hampir 600 meter ke jurang demi mengevakuasi jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang terjatuh di jalur licin.
Biodata Agam Rinjani
Nama Lengkap : Abdul Haris Agam
Nama Panggilan / Populer : Agam Rinjani
Nama Pacar / Istri : belum diketahui
Nama Orang Tua :
- Ibu : Daeng Rimang
- Ayah : Dalam salah satu laporan menyebutkan ayah Agam sudah wafat dan Agam menggunakan nama tersebut sebagai penghormatan
- Keluarga : Agam memiliki kakak bernama Naris dan Ratna YouTube
Agama : Islam
Tempat dan Tanggal Lahir : Makassar, 22 Desember 1988
Asal Daerah : Agam Rinjani orang Makassar, Sulawesi Selatan
Latar Belakang Keluarga :
- Tumbuh di lingkungan TPA Antang, Makassar
- Sejak kecil membantu orang tua sebagai pemulung
Domisili / Rumah : Sembalun, Lombok Timur (sejak 2015)
Usia / Umur : 37 tahun (per 2026)
Pendidikan : Universitas Hasanuddin, jurusan Antropologi
Organisasi : Aktif di Korpala (organisasi pecinta alam kampus)
Instagram : @agam_rinja
Profesi : Pemandu pendakian (guide), Porter Gunung Rinjani, Pramuantar wisata, Relawan SAR (Search and Rescue)
Keahlian :
- Ahli vertical rescue (penyelamatan di medan ekstrem)
- Berpengalaman dalam evakuasi pendaki di jurang dan tebing
- Terlibat dalam sekitar 70% operasi evakuasi di Gunung Rinjani
Pengalaman :
- Pertama kali mendaki Rinjani pada tahun 2011 saat kuliah
- Lebih dari 570 kali naik Rinjani
- Lebih dari 350 kali mencapai puncak
- Frekuensi mendaki bisa beberapa kali dalam seminggu
Momen Penting & Viral :
- Terlibat dalam evakuasi pendaki Brasil, Juliana Marins pada 2025
- Evakuasi dilakukan dari jurang sedalam ±600 meter dengan medan ekstrem
- Aksi heroiknya viral dan mendapat apresiasi internasional
- Mendapat donasi dari masyarakat Brasil hingga miliaran rupiah sebagai bentuk penghargaan
Fakta Agam Rinjani
1. Sosok di Balik Nama Agam Rinjani
Agam Rinjani bukanlah figur publik yang sejak awal dikenal luas. Ia adalah relawan kemanusiaan yang sehari-hari bekerja sebagai pemandu sekaligus porter pendakian di Gunung Rinjani. Nama aslinya adalah Abdul Haris Agam, lahir di Makassar pada 22 Desember 1988.
Kehidupannya berubah sejak ia jatuh cinta pada Rinjani. Gunung tersebut bukan sekadar tempat bekerja, melainkan seperti “rumah kedua” yang membentuk jalan hidupnya hingga sekarang.
2. Awal Mula Terjun ke Dunia Pendakian
Perjalanan Agam dimulai pada tahun 2011, saat ia masih menjadi mahasiswa Antropologi di Universitas Hasanuddin. Pendakian pertamanya ke Rinjani menjadi titik balik yang menentukan arah hidupnya.
Sejak saat itu, ia semakin sering mendaki hingga akhirnya memutuskan menetap di Sembalun, Lombok Timur, pada 2015. Di sana, ia mulai serius menekuni profesi sebagai pemandu pendakian sekaligus relawan SAR lokal.
3. Pengalaman yang Tidak Main-Main
Jam terbang Agam di Rinjani terbilang luar biasa. Hingga 2024, ia tercatat telah naik gunung ini ratusan kali lebih dari 500 kali kunjungan dan ratusan kali mencapai puncak.
Frekuensi tersebut membuatnya sangat memahami karakter medan, mulai dari jalur berpasir, tebing curam, hingga titik-titik rawan kecelakaan. Kemampuan ini yang membuatnya sering dilibatkan dalam operasi penyelamatan.
4. Terlibat dalam Banyak Misi Penyelamatan
Sebelum viral, Agam sudah berkali-kali terjun dalam misi evakuasi. Ia pernah membantu menyelamatkan pendaki yang jatuh ke jurang, termasuk kasus pendaki asal Israel pada 2022 dengan kedalaman sekitar 160 meter.
Bahkan, pada beberapa kejadian lain, ia ikut mengevakuasi korban dari lokasi ekstrem seperti danau hingga tebing curam. Dedikasinya membuatnya mendapatkan penghargaan dari instansi pemerintah atas kontribusinya dalam operasi SAR.
5. Momen yang Membuat Namanya Mendunia
Nama Agam mulai dikenal luas pada Juni 2025 saat ia terlibat dalam evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins. Korban terjatuh ke jurang sedalam sekitar 600 meter situasi yang sangat berbahaya dan sulit dijangkau.
Dalam proses tersebut, Agam bahkan harus bermalam di tebing curam demi memastikan evakuasi berjalan aman. Aksi ini menyentuh banyak orang, termasuk masyarakat Brasil yang kemudian menggalang donasi sebagai bentuk apresiasi.
Yang membuat kisahnya semakin menyentuh adalah video permintaan maafnya kepada keluarga korban karena tidak bisa menyelamatkan nyawa korban. Momen ini memperlihatkan sisi manusiawi seorang relawan yang bekerja di batas kemampuan.
6. Keahlian di Medan Ekstrem
Agam dikenal memiliki kemampuan khusus dalam teknik vertical rescue, yaitu evakuasi di medan terjal seperti tebing dan jurang. Ia juga pernah terlibat dalam operasi pencarian korban kecelakaan pesawat di Sulawesi Selatan dengan fokus pada jalur vertikal yang berbahaya.
Kemampuan teknis ini tidak didapat secara instan, melainkan dari pengalaman panjang di lapangan yang penuh risiko.
7. Sosok Relawan yang Tidak Mencari Sorotan
Di balik popularitasnya, Agam dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Ia bahkan sempat menolak donasi yang diberikan kepadanya, sebelum akhirnya menerimanya untuk kepentingan keselamatan pendakian dan perlengkapan tim.
Baginya, kegiatan penyelamatan bukan tentang ketenaran, tetapi tanggung jawab moral untuk membantu sesama di situasi sulit.
.jpeg)
