Pasang Iklan Disini

Perbedaan Rayap Tanah dan Rayap Kayu

Perbedaan Rayap Tanah dan Rayap Kayu

Berikut ini beberapa perbedaan rayap tanah dan rayap kayu yang sudah dirangkum oleh tim Kpop Squad Media. Secara umum, rayap yang paling sering merusak bangunan terbagi menjadi dua jenis utama yaitu rayap tanah dan rayap kayu. Keduanya sama-sama merusak, tetapi memiliki karakteristik, habitat, serta pola serangan yang berbeda.

1. Habitat dan Sumber Makanan

Rayap tanah hidup dan berkembang biak di dalam tanah. Mereka membutuhkan kelembapan tinggi untuk bertahan hidup, sehingga biasanya membuat sarang di bawah permukaan tanah atau area yang lembap seperti pondasi bangunan, taman, atau saluran air. Dari sarangnya, rayap tanah akan membangun jalur tanah (mud tube) menuju sumber makanan seperti kayu pada bangunan.

Sebaliknya, rayap kayu tidak bergantung pada tanah. Mereka hidup langsung di dalam kayu yang diserang. Jenis ini sering ditemukan pada furnitur, kusen, pintu, atau rangka atap. Rayap kayu kering bahkan tidak membutuhkan kontak dengan tanah atau kelembapan tinggi karena mereka memperoleh kebutuhan air dari kayu yang dikonsumsi.

2. Cara Menyerang Bangunan

Rayap tanah menyerang dari bawah ke atas. Mereka biasanya masuk melalui celah kecil pada pondasi, retakan tembok, atau bagian bangunan yang bersentuhan langsung dengan tanah. Karena serangannya tersembunyi di balik dinding atau lantai, kerusakan sering kali tidak disadari hingga sudah parah.

Sementara itu, rayap kayu menyerang langsung bagian kayu yang menjadi tempat tinggalnya. Tanda serangannya lebih mudah dikenali, seperti munculnya serbuk kayu halus di bawah furnitur atau kayu yang terdengar kopong saat diketuk. Lubang-lubang kecil pada permukaan kayu juga menjadi ciri khas serangan rayap kayu.

3. Tingkat Kerusakan

Rayap tanah umumnya menyebabkan kerusakan yang lebih luas dan cepat. Karena koloninya besar dan memiliki sistem pekerja yang aktif, mereka mampu menghancurkan struktur kayu utama bangunan dalam waktu relatif singkat. Jika tidak segera ditangani, rayap tanah dapat melemahkan pondasi dan rangka rumah.

Di sisi lain, rayap kayu cenderung menyerang secara lokal pada satu atau beberapa bagian kayu saja. Meskipun demikian, jika dibiarkan dalam jangka panjang, kerusakan tetap bisa meluas terutama pada bangunan dengan banyak elemen kayu.

4. Ciri Fisik dan Koloni

Secara fisik, rayap tanah biasanya berwarna putih pucat dengan ukuran kecil. Mereka hidup dalam koloni besar yang terdiri dari ratu, raja, prajurit, dan pekerja. Rayap jenis ini juga memiliki fase laron atau rayap bersayap yang keluar saat musim hujan untuk berkembang biak.

Rayap kayu memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dan warna yang bervariasi, tergantung spesiesnya. Koloninya tidak sebesar rayap tanah, tetapi tetap mampu berkembang di dalam kayu tanpa perlu berpindah tempat.

5. Metode Pengendalian

Penanganan rayap tanah umumnya dilakukan dengan sistem injeksi tanah atau pembuatan barrier kimia di sekitar bangunan. Metode ini bertujuan memutus jalur antara sarang dan sumber makanan.

Untuk rayap kayu, pengendalian bisa dilakukan dengan penyemprotan langsung pada kayu yang terinfeksi, fumigasi, atau penggantian bagian kayu yang sudah rusak parah. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan melapisi kayu menggunakan bahan anti rayap sebelum pemasangan.

Kurang lebih itu saja beberapa perbedaan rayap tanah dan rayap kayu. Jika mulai melihat tanda-tanda serangan rayap, jangan menunda penanganan. Untuk hasil yang aman, efektif, dan tahan lama, sebaiknya percayakan penanganannya kepada jasa anti rayap profesional agar bangunan tetap terlindungi dalam jangka panjang. Semoga bermanfaat!

Susu Kambing Etawa Bubuk