Pasang Iklan Disini

Siapa Azizulhasni Awang? Ini Biodata dan Profil Lengkap

Siapa Azizulhasni Awang Ini Biodata dan Profil Lengkap

Berikut ini profil biodata Azizulhasni Awang dan fakta lengkap. Siapa Azizulhasni Awang? Azizulhasni Awang adalah seorang atlet balap sepeda trek profesional asal Malaysia yang dijuluki "The Pocket Rocketman" karena tubuhnya yang kecil. Ia lahir di Dungun, Terengganu, pada 5 Januari 1988, dan menjadi salah satu ikon olahraga paling berprestasi di Asia Tenggara.

Biodata Azizulhasni Awang

Nama lengkap : Muhammad Azizulhasni bin Awang

Nama populer : Azizulhasni Awang

Nama panggilan : Jijoe

Julukan : The Pocket Rocketman

Gelar kehormatan : Dato' (DPMT)

Instagram : @azizulhasniawang

TikTok@azizulhasniawang

Facebook Page : Azizulhasni Awang

Channel Youtube AZIZUL AWANG : @azizulawang

Tempat lahir : Kuala Dungun, Terengganu, Malaysia

Tanggal lahir : 5 Januari 1988

Usia / umur : 38 tahun (2026)

Kewarganegaraan : Malaysia

Agama : Islam

Profesi : Pebalap sepeda trek profesional

Disiplin : Balap sepeda trek (Track Cycling)

Spesialisasi : Sprint dan Keirin

Peran : Rider / Sprinter

Tinggi badan : 1,68 meter

Berat badan : Sekitar 69 kg

Domisili : Melbourne, Australia

Status : Menikah

Nama istri : To' Puan Athiah Ilyana Abd Samat

Jumlah anak : Empat orang putri

Ayah kandung : Awang Embong

Ibu kandung : Rokiah Husin

Orang tua angkat : Mustafa Ngah dan Selamiah Yong

Urutan saudara : Anak kedelapan dari sembilan bersaudara

Pendidikan SD : Sekolah Kebangsaan Batu 48, Dungun

Pendidikan SMP : Sekolah Menengah Kebangsaan Sultan Omar, Dungun

Sekolah olahraga : Sekolah Sukan Negara Bukit Jalil

Perguruan tinggi : Victoria University, Melbourne, Australia (Bachelor of Sport Movement/Sport Science)

Tim amatir : Dungun Cycling Team

Tim profesional : Bike Technologies Australia (2009)

Mulai bersepeda : Sekitar usia 10 tahun

Pelatih pertama : Rozimi Omar

ID Pembalap UCI : 48683

Prestasi Utama :

  • Peraih medali Olimpiade pertama dalam sejarah balap sepeda Malaysia.
  • Peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016 nomor Keirin.
  • Peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 nomor Keirin.
  • Juara Dunia UCI Track Cycling Championships 2017 nomor Keirin.
  • Peraih medali perak Kejuaraan Dunia 2009 nomor Sprint.
  • Peraih medali perak Kejuaraan Dunia 2010 nomor Keirin.
  • Menjadi pebalap Malaysia pertama yang mengenakan Rainbow Jersey sebagai Juara Dunia UCI.
  • Atlet Malaysia pertama yang tampil di lima edisi Olimpiade (2008, 2012, 2016, 2020, 2024).
  • Pernah menjadi pembawa bendera kontingen Malaysia pada Olimpiade Beijing 2008.

Fakta Menarik :

  • Dijuluki "The Pocket Rocketman" karena posturnya yang relatif kecil tetapi memiliki kecepatan luar biasa di lintasan.
  • Pada tahun 2011, ia tetap menyelesaikan balapan meski betisnya tertusuk serpihan kayu sepanjang sekitar 20 cm saat berlaga di Manchester. Insiden ini menjadi salah satu momen paling dikenang dalam kariernya.
  • Pada 2015, ia menjadi atlet non-Australia pertama yang menerima Victoria University Blue Award.
  • Meraih penghargaan SAM-100Plus Best Athlete Award pada 2009 dan 2017.
  • Menerima berbagai penghargaan kenegaraan Malaysia, termasuk AMN (2016), KMN (2017), dan DPMT yang memberinya gelar Dato' pada 2021.

Fakta-Fakta Azizulhasni Awang

1. Memulai Karier dari Kota Kecil di Terengganu

Azizulhasni Awang lahir pada 5 Januari 1988 di Kuala Dungun, Terengganu, Malaysia. Ia berasal dari keluarga sederhana dan merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara. Ketertarikannya terhadap dunia balap sepeda muncul sejak usia sekitar 10 tahun setelah melihat kakaknya berlatih. Berbekal tekad dan kerja keras, ia kemudian bergabung dengan Dungun Cycling Team sebelum melanjutkan pembinaan di Sekolah Sukan Bukit Jalil. Keputusan tersebut menjadi titik awal perjalanan panjangnya menuju panggung dunia.

2. Dijuluki "The Pocket Rocketman"

Salah satu fakta paling menarik tentang Azizulhasni adalah julukannya, "The Pocket Rocketman". Julukan ini diberikan karena posturnya yang hanya sekitar 168 cm, lebih kecil dibanding banyak rivalnya di lintasan velodrom. Meski demikian, ia mampu menghasilkan akselerasi luar biasa dan sering mengalahkan pebalap dengan tubuh lebih besar. Julukan tersebut kemudian melekat sepanjang karier profesionalnya dan membuatnya dikenal luas di dunia balap sepeda internasional.

3. Menjadi Legenda Balap Sepeda Malaysia

Azizulhasni dikenal sebagai pebalap sepeda trek tersukses dalam sejarah Malaysia. Ia mengkhususkan diri pada nomor Keirin dan Sprint, dua nomor yang membutuhkan kombinasi kecepatan, strategi, dan keberanian. Berkat konsistensinya, ia beberapa kali menduduki peringkat pertama dunia untuk nomor Keirin dan menjadi ikon olahraga Malaysia selama lebih dari satu dekade.

4. Atlet Malaysia Pertama yang Menorehkan Sejarah di Olimpiade

Nama Azizulhasni semakin dikenal setelah mencatat sejarah sebagai pebalap sepeda Malaysia pertama yang meraih medali Olimpiade. Ia memperoleh medali perunggu pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 di nomor Keirin. Prestasi tersebut kemudian disempurnakan dengan raihan medali perak pada Olimpiade Tokyo 2020, menjadikannya salah satu atlet paling sukses yang pernah dimiliki Malaysia. Selain itu, ia juga menjadi atlet Malaysia pertama yang tampil dalam lima edisi Olimpiade, mulai dari Beijing 2008 hingga Paris 2024.

5. Juara Dunia Pertama Malaysia

Pada tahun 2017, Azizulhasni berhasil meraih gelar Juara Dunia UCI Track Cycling Championships di nomor Keirin. Kemenangan tersebut sangat bersejarah karena menjadikannya orang Malaysia pertama yang mengenakan Rainbow Jersey, yaitu seragam khusus yang hanya dikenakan oleh juara dunia balap sepeda. Prestasi ini menempatkan namanya sejajar dengan para pebalap terbaik dunia.

6. Insiden Cedera yang Menginspirasi Dunia

Salah satu momen paling ikonik dalam karier Azizulhasni terjadi pada Piala Dunia UCI Manchester 2011. Saat berlaga di final Keirin, betis kirinya tertusuk serpihan kayu lintasan sepanjang sekitar 20 sentimeter akibat kecelakaan. Meski mengalami cedera serius dan kehilangan banyak darah, ia tetap menyelesaikan perlombaan hingga finis di posisi ketiga sebelum menjalani operasi. Kejadian tersebut menjadi simbol semangat juang yang luar biasa dan dikenang oleh penggemar balap sepeda di seluruh dunia.

7. Menimba Ilmu di Australia

Sejak 2007, Azizulhasni menetap di Melbourne, Australia, untuk menjalani program latihan bersama pelatih ternama John Beasley. Di sela-sela karier profesionalnya, ia juga berhasil menyelesaikan pendidikan di Victoria University dengan mengambil jurusan Sport Movement (Sport Science). Pada 2015, ia menjadi atlet non-Australia pertama yang menerima Victoria University Blue Award, penghargaan bergengsi bagi mahasiswa berprestasi di bidang olahraga.

8. Kehidupan Pribadi yang Harmonis

Di balik kesuksesannya sebagai atlet dunia, Azizulhasni dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan keluarga. Ia menikah dengan To' Puan Athiah Ilyana Abd Samat pada tahun 2010 dan telah dikaruniai empat orang putri. Bersama keluarganya, ia menetap di Melbourne dan sering membagikan momen kebersamaan melalui media sosial.

9. Menerima Banyak Penghargaan Bergengsi

Sepanjang kariernya, Azizulhasni telah menerima berbagai penghargaan nasional maupun internasional. Ia dua kali dinobatkan sebagai Malaysian Sportsman of the Year, meraih SAM-100Plus Best Athlete Award, serta menerima sejumlah penghargaan kenegaraan seperti AMN, KMN, dan gelar Dato' dari Kerajaan Terengganu pada tahun 2021 sebagai bentuk apresiasi atas jasanya mengharumkan nama Malaysia di dunia olahraga.

10. Simbol Ketekunan dan Inspirasi

Lebih dari sekadar atlet, Azizulhasni Awang merupakan simbol kerja keras, disiplin, dan pantang menyerah. Ia berhasil membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk bersaing di level tertinggi. Dengan sederet prestasi dunia, dua medali Olimpiade, gelar juara dunia, serta dedikasi selama bertahun-tahun membela Malaysia, ia layak dikenang sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah olahraga Asia Tenggara.

Itulah profil biodata Azizulhasni Awang dan fakta lengkap. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat!