Berikut ini biodata Johan Ghazali mulai dari agama, lahir dimana, lahir tahun berapa, umur, tinggi, main di berat berapa, berat berapa kg, berapa bersaudara, keluarga ayah ibu, record dan lain sebagainya. Siapa Johan Ghazali? Johan Ghazali adalah Johan "Jojo" Ghazali adalah seorang petarung Muay Thai profesional berdarah Malaysia-Amerika yang lahir pada 14 November 2006. Ia dikenal sebagai bintang muda sensasional yang berlaga di ajang ONE Championship pada divisi flyweight.
Biodata Johan Ghazali
Nama lengkap : Muhammad Johan Ghazali bin Zulfikar (juga dikenal sebagai Jojo Ghazali)
Nama panggilan : Jojo Ghazali, Johan "Jojo" Ghazali
Nama profesional : Johan Ghazali
Johan Ghazali vs Rodtang : Johan Ghazali dan Rodtang Jitmuangnon belum pernah bertarung secara resmi di atas ring. Keduanya sama-sama bintang ONE Championship, di mana Rodtang adalah juara dunia dan Johan adalah petarung muda yang sering dijuluki sebagai penerus Rodtang.
Prestasi : Juara termuda yang meraih kontrak senilai US$100.000 di ONE Championship setelah mencetak empat kemenangan beruntun di ajang ONE Friday Fights
Record : 27 kali menang dan 10 kali kalah secara keseluruhan, dengan rekor tanding di panggung utama ONE Championship mencatatkan delapan kemenangan dan enam kali kemenangan KO/TKO
Berat badan / main di berat berapa kg : Johan Ghazali memiliki berat badan sekitar 61,2 kg atau 135 pon. Berat ini merupakan batas atas untuk divisi Bantamweight di ONE Championship
Tempat lahir / lahir dimana : Kuala Lumpur, Malaysia. Beberapa sumber lama dari ONE Championship menyebut Sarawak/Putrajaya karena masa kecilnya banyak dihabiskan di sana.
Tanggal lahir : 14 November
Tahun lahir / lahir tahun berapa : 2006
Umur : 19 tahun (per 2026)
Zodiak : Scorpio
Kewarganegaraan : Malaysia
Keturunan : Malaysia, Indonesia, Jepang, dan Amerika Serikat
Agama : Islam
Profesi : Atlet Muay Thai profesional dan kickboxer
Julukan : Jojo
Tinggi badan : 170 cm
Jangkauan (Reach) : 165 cm
Kelas bertanding / main di berat berapa : Flyweight (kelas terbang)
Gaya bertarung : Muay Thai
Tangan dominan : Orthodox
Tim/Gym : Rentap Muaythai Gym
Tahun aktif : 2016–sekarang
Organisasi : ONE Championship
Mulai berlatih Muay Thai : Sekitar usia 10 tahun
Debut profesional di ONE Championship : Melalui ajang ONE Friday Fights pada 2023
Prestasi : Menjadi salah satu atlet termuda yang memperoleh kontrak dengan ONE Championship.
Keluarga :
- Ayah : SAC Zulfikar Mohd Ghazali (mantan polisi, mantan atlet Muay Thai, berdarah Malaysia, Indonesia dan Jepang)
- Ibu : Jennana Lynn Johnson (berasal dari New Mexico, Amerika Serikat, mantan atlet Muay Thai)
Saudara kandung / berapa bersaudara:
- Muhammad Elias Ghazali (kakak)
- Muhammad Mikael "Miki" Ghazali (adik)
- Emylia Lynn "Mia" Ghazali (adik)
Pendidikan : Menempuh pendidikan sambil berkarier sebagai atlet Muay Thai profesional.
Domisili masa kecil : Kajang dan kemudian Sarawak, Malaysia
Karier awal : Mengikuti berbagai kompetisi Muay Thai di Malaysia sebelum rutin bertanding di Thailand. Ia sempat kalah dalam lima pertandingan pertamanya di Thailand, lalu bangkit dan meraih banyak kemenangan.
Ciri khas : Dikenal sebagai petarung agresif dengan kemampuan knockout yang tinggi sehingga dijuluki "Rodtang Melayu" oleh penggemar.
Media sosial Instagram : @johanghazali_
Fakta Johan Ghazali
1. Lahir dari Keluarga Petarung Muay Thai
Johan Ghazali bukanlah atlet yang mengenal Muay Thai secara kebetulan. Ia lahir dalam keluarga yang memiliki latar belakang kuat di dunia bela diri. Ayahnya, SAC Zulfikar Mohd Ghazali, merupakan mantan atlet Muay Thai berdarah Malaysia, Indonesia, dan Jepang. Sementara itu, ibunya, Jennana Lynn Johnson, berasal dari Amerika Serikat dan juga pernah aktif sebagai atlet Muay Thai. Kedua orang tuanya bahkan bertemu saat sama-sama berlatih Muay Thai di Amerika Serikat. Lingkungan keluarga inilah yang membentuk Johan sejak usia dini.
2. Mulai Berlatih Sejak Usia 10 Tahun
Meski lahir di keluarga petarung, Johan baru benar-benar menekuni Muay Thai ketika berusia sekitar 10 tahun. Awalnya ia menjalani kehidupan layaknya anak-anak pada umumnya di Malaysia. Namun, kecintaannya terhadap olahraga tersebut semakin tumbuh setelah rutin berlatih bersama keluarga dan bergabung dengan Rentap Muaythai Gym.
3. Pernah Kalah Lima Kali Beruntun di Thailand
Kesuksesan Johan tidak diraih secara instan. Saat mulai mengikuti kompetisi di Thailand, ia justru mengalami lima kekalahan berturut-turut. Alih-alih menyerah, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga. Pada pertandingan keenamnya di Thailand, Johan akhirnya meraih kemenangan yang menjadi titik balik kariernya. Sejak saat itu performanya meningkat pesat hingga menarik perhatian ONE Championship.
4. Menjadi Atlet Termuda yang Mendapat Kontrak ONE Championship
Nama Johan Ghazali mulai dikenal dunia setelah tampil luar biasa di ajang ONE Friday Fights pada tahun 2023. Berkat empat kemenangan beruntun, termasuk beberapa kemenangan KO spektakuler, ia memperoleh kontrak senilai US$100.000 dari ONE Championship ketika masih berusia 16 tahun. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu atlet termuda yang berhasil menembus organisasi bela diri terbesar di dunia.
5. Memiliki Gaya Bertarung Agresif
Johan dikenal sebagai petarung yang selalu menekan lawan sejak ronde pertama dimulai. Ia memiliki gaya bertarung ofensif dengan kombinasi pukulan dan tendangan yang cepat. Banyak penggemar maupun pengamat membandingkan gaya bertarungnya dengan legenda Muay Thai ONE Championship, Rodtang Jitmuangnon. Bahkan, Johan sering dijuluki sebagai "Rodtang berikutnya" karena keberaniannya bertukar serangan dan kemampuannya mencetak knockout.
6. Memiliki Darah Empat Negara
Salah satu fakta unik Johan Ghazali adalah latar belakang keluarganya yang multikultural. Dari garis ayah, ia memiliki keturunan Malaysia, Indonesia, dan Jepang. Sementara dari garis ibu, ia memiliki darah Amerika Serikat. Perpaduan tersebut membuat Johan sering disebut sebagai atlet Malaysia-Amerika dengan warisan budaya yang beragam.
7. Berprestasi Sejak Usia Remaja
Sebelum terkenal di ONE Championship, Johan telah mengoleksi berbagai prestasi di tingkat junior. Pada tahun 2022, ia berhasil menjadi juara IFMA World Youth Muay Thai Championship kategori usia 14–15 tahun kelas di bawah 60 kilogram. Di tahun yang sama, ia juga meraih medali emas pada SUKMA Games Malaysia setelah memenangkan pertandingan melalui knockout. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa bakatnya sudah terlihat sejak usia muda.
8. Rekor Knockout yang Mengesankan
Sebagian besar kemenangan Johan diraih melalui knockout maupun technical knockout (TKO). Kemampuan menyelesaikan pertandingan sebelum waktu habis menjadi salah satu ciri khasnya. Debutnya di ONE Championship bahkan berakhir hanya dalam waktu sekitar 16 detik setelah ia berhasil menjatuhkan lawannya. Persentase kemenangan melalui penyelesaian (finish rate) juga tergolong sangat tinggi dibandingkan petarung seusianya.
9. Terus Mengembangkan Kemampuan
Meski dikenal sebagai petarung agresif, Johan tidak menutup diri terhadap kritik. Setelah mengalami beberapa kekalahan dalam karier profesionalnya, ia mengaku mulai mengubah gaya bertarung agar lebih matang dan tidak hanya mengandalkan kekuatan pukulan. Ia juga berlatih bersama sejumlah legenda Muay Thai seperti Superbon dan Nong-O untuk meningkatkan teknik bertarungnya.
10. Menjadi Inspirasi Atlet Muda Malaysia
Di usianya yang masih sangat muda, Johan Ghazali telah menjadi salah satu ikon olahraga bela diri Malaysia. Popularitasnya terus meningkat berkat penampilan impresif di ONE Championship serta kepribadiannya yang percaya diri namun pekerja keras. Banyak penggemar meyakini bahwa Johan memiliki potensi besar untuk menjadi juara dunia Muay Thai di masa depan dan mengharumkan nama Malaysia di kancah internasional.
Itulah biodata Johan Ghazali mulai dari agama, lahir dimana, lahir tahun berapa, umur, tinggi, main di berat berapa, berat berapa kg, berapa bersaudara, keluarga ayah ibu, record dan lain sebagainya. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat!
.jpeg)
