Berikut ini biodata Azka COC mulai dari umur, agama dan anak siapa. Siapa Azka COC? Azka COC adalah mahasiswa berprestasi dari University of Oxford yang viral sebagai peserta ajang kompetisi Clash of Champions (CoC) Season 3. Ia dikenal karena meraih predikat First-Class Honours (setara IPK 4.00) dan merupakan putra dari Dr. Mohamad Fauzan Adziman.
Biodata Azka COC
Nama lengkap : Mohammad Azka Hafizh Adziman
Nama panggilan : Azka
Tempat lahir : Bandung, Jawa Barat
Tanggal lahir : 5 Desember 2004
Umur : 21 tahun (per 2026)
Kewarganegaraan : Indonesia (WNI)
Status di Inggris : Home Student
Agama : Islam (berdasarkan nama dan berbagai publikasi media)
Profesi : Mahasiswa, peneliti muda, peserta Clash of Champions Season 3
Universitas : University of Oxford, Inggris
Program studi : Engineering Science
Spesialisasi : Information Engineering (Machine Learning, Artificial Intelligence, dan Robotics)
Angkatan kuliah : 2023
Prestasi akademik : First-Class Honours dengan nilai setara GPA/IPK 4,00 (sempurna)
Peserta : Clash of Champions (COC) Season 3 Ruangguru
Ayah : Mohammad Fauzan Adziman (Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek)
Latar belakang keluarga : Berasal dari keluarga akademisi dan insinyur
Domisili masa kecil : Pernah tinggal di Jepang, Wales, kemudian menetap di Oxford, Inggris selama lebih dari satu dekade
Sekolah dasar : William Fletcher Primary School, Inggris
Sekolah menengah : Bartholomew School, Inggris
Rencana pendidikan : Melanjutkan Integrated Master's di University of Oxford
Bidang riset : Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, Robotics, dan teknologi baterai
Pengalaman riset : Pernah mengikuti riset AI di University of Tokyo serta penelitian baterai di Oxford
Pengalaman organisasi : Memimpin Oxford Robotics Club
Organisasi lain : Aktif di OXONIS (Oxford Indonesia Society)
Aktivitas olahraga : Atlet korfball University of Oxford
Hobi : Origami, basket, dan bersepeda
Inspirasi memilih jurusan : Terinspirasi dari profesi ayah sebagai insinyur
Universitas yang juga dilamar : Imperial College London, University College London (UCL), King's College London, dan University of Edinburgh
Alasan memilih Oxford : Program Engineering Science dinilai paling sesuai dengan minat dan tujuan kariernya
Fakta menarik : Pernah dua kali menolak tawaran mengikuti Clash of Champions karena belum percaya diri dan bentrok dengan jadwal ujian di Oxford
Motivasi mengikuti COC : Terinspirasi setelah melihat temannya, Nabil, mengikuti musim pertama
Instagram : @brother_azka
Fakta-Fakta Azka COC
1. Mahasiswa University of Oxford yang Berprestasi
Mohammad Azka Hafizh Adziman merupakan salah satu peserta Clash of Champions (COC) Season 3 yang berasal dari University of Oxford, Inggris. Ia menempuh pendidikan di jurusan Engineering Science sejak tahun 2023. Program studi tersebut dikenal sebagai salah satu jurusan teknik paling kompetitif di dunia karena menggabungkan berbagai disiplin ilmu teknik dalam satu kurikulum. Kehadiran Azka sebagai mahasiswa Oxford membuat namanya langsung mencuri perhatian sejak diumumkan sebagai peserta COC Season 3.
2. Memiliki Nilai Akademik Hampir Sempurna
Salah satu pencapaian terbesar Azka adalah berhasil memperoleh predikat First-Class Honours dengan nilai yang setara IPK 4,00. Prestasi tersebut menunjukkan konsistensi akademiknya selama menjalani kuliah di Oxford. Tidak banyak mahasiswa yang mampu mempertahankan performa akademik setinggi itu di universitas dengan standar pendidikan yang sangat ketat.
3. Besar di Beberapa Negara
Meski lahir di Bandung pada 5 Desember 2004, Azka menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di luar negeri. Ia pernah tinggal sekitar enam tahun di Jepang, kemudian tiga tahun di Wales, sebelum menetap di Oxford, Inggris. Pengalaman hidup di berbagai negara membuatnya terbiasa dengan lingkungan multikultural dan mampu beradaptasi dengan cepat.
4. Berasal dari Keluarga Akademisi
Azka merupakan putra dari Dr. Mohammad Fauzan Adziman yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Meski berasal dari keluarga akademisi, Azka mengungkapkan bahwa orang tuanya tidak pernah memaksanya belajar. Ia justru didorong untuk mengeksplorasi minat dan rasa ingin tahunya sejak kecil sehingga proses belajarnya terasa lebih alami.
5. Memilih Engineering karena Terinspirasi Ayah
Ketertarikan Azka pada dunia teknik tidak datang secara kebetulan. Ia mengaku terinspirasi oleh profesi sang ayah yang juga seorang insinyur. Sebelum memutuskan kuliah di Oxford, Azka sempat mendaftar ke sejumlah universitas bergengsi seperti Imperial College London, University College London (UCL), King's College London, dan University of Edinburgh. Namun, ia akhirnya memilih Oxford karena program Engineering Science dinilai paling sesuai dengan cita-citanya.
6. Fokus pada Artificial Intelligence dan Robotika
Di Oxford, Azka mengambil spesialisasi Information Engineering. Bidang tersebut berfokus pada pengembangan Machine Learning, Artificial Intelligence (AI), robotika, serta berbagai teknologi komputasi modern. Ketertarikannya terhadap AI juga membuatnya aktif mengikuti berbagai proyek penelitian selama kuliah.
7. Aktif Melakukan Penelitian Internasional
Selain belajar di kelas, Azka juga memiliki pengalaman riset di berbagai institusi ternama. Ia pernah mengikuti penelitian Artificial Intelligence di University of Tokyo serta terlibat dalam penelitian teknologi baterai di University of Oxford. Pengalaman tersebut memperkaya kemampuan akademik sekaligus memperluas jaringan riset internasional yang dimilikinya.
8. Memimpin Organisasi Mahasiswa
Azka tidak hanya unggul dalam akademik. Ia juga aktif berorganisasi sebagai pemimpin Oxford Robotics Club. Selain itu, ia terlibat dalam OXONIS (Oxford Indonesia Society), organisasi mahasiswa Indonesia di University of Oxford yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan akademik maupun sosial.
9. Aktif Berolahraga
Di luar dunia akademik, Azka merupakan atlet korfball University of Oxford. Ia juga memiliki hobi bermain basket, bersepeda, serta membuat origami. Aktivitas tersebut menjadi cara baginya menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan kesehatan fisik.
10. Pernah Menolak Dua Kali Tawaran Mengikuti COC
Fakta menarik lainnya, Azka ternyata pernah dua kali menolak undangan mengikuti Clash of Champions. Penolakan pertama terjadi karena ia merasa belum siap, sedangkan kesempatan berikutnya berbenturan dengan jadwal ujian di Oxford. Baru pada Season 3 ia akhirnya menerima tawaran tersebut setelah mendapat waktu yang lebih memungkinkan.
11. Mandiri Selama Kuliah di Inggris
Walaupun berasal dari keluarga yang mapan, Azka terbiasa hidup mandiri selama menempuh pendidikan di Inggris. Ia bahkan bekerja sebagai tutor untuk membantu memenuhi sebagian kebutuhan sehari-harinya. Pengalaman tersebut membuatnya belajar mengatur waktu, bertanggung jawab, dan menghargai setiap proses yang dijalani.
12. Menjadi Salah Satu Peserta Favorit COC Season 3
Kombinasi prestasi akademik, pengalaman internasional, kemampuan riset, hingga kepribadian yang rendah hati membuat Azka menjadi salah satu peserta yang paling banyak dibicarakan di Clash of Champions Season 3. Banyak penonton menilai dirinya sebagai salah satu kandidat kuat berkat kemampuan analitis dan latar belakang akademiknya yang luar biasa.
Itulah biodata Azka COC mulai dari umur, agama dan anak siapa. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat!
.jpeg)
